Rabu, 09 Oktober 2013

Perencanaan Usaha "BANANA BAKNIS"




PROPOSAL RENCANA USAHA
BANANA BAKNIS FOOD



Disusun Oleh :
Wulandari Eka Putri
2DF02
57212771



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Perusahaan
    Kami dari perusahaan makanan BANANA BAKNIS (Bakar Manis) yang bergerak di bidang kuliner yang menyajikan makanan dengan bahan dasar pisang dengan rasa yang  beraneka rasa yaitu (Coklat,Strawberry,Keju)
   Kami memilih makanan ini karena buah pisang mudah di temukan dan sekaligus turut serta untuk meramaikan aneka,dan masyarakat Indonesia yang relatif menyukai makanan ringan,kami pun ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan kompetiter lainnya dengan variasi makanan yang berbeda.
   Kami berusaha menyajikan makanan ringan yang sehat serta layak di konsumsi. Kami mengharapkan masyarakat merasakan manfaat dari menkonsumsi makanan Banana Baknis kami.
BAB II
ISI BUSINESS PLAN
2.1 Visi & Misi
Visi
Menjadikan makanan pisang menjadi lebih dikenal dan menjadi pilihan utama sebagai makanan ringan bagi masyarakat Indonesia.
Misi
      1.      Berorientasi kepada kepuasan konsumen.
      2.      Membuat aneka makanan pisang dengan berbagai rasa.
      3.      Memperkenalkan kepada masyarakat bahwa buah pisang bisa menjadi makanan ringan.
2.2 Identifikasi Usaha
Nama Usaha               : Banana Baknis
Pemilik Usaha             : Banana Baknis Food
Alamat Usaha             : Wisma Asri 2 Kp.Irian Gang H.Usman RT09/04
Contact Person            : 089654334671
2.3 Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup usaha yang kami rintis ini masih usaha perumahan kecil, tapi usaha ini sangat menjanjikan karena Banana Baknis kami dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.
Tujuan Usaha
     1.      Menerapkan kemampuan berwirausaha
     2.      Memenuhi kebutuhan konsumen
     3.      Memunculkan bakat untuk berbisnis
     4.      Mendapatkan penghasilan

BAB III
ANALISIS USAHA
3.1 Rencana Produk
Produk kami ialah produk makanan ringan, dan produk kami adalah makanan cepat saji yang istimewa. Bahan utama yang kami gunakan adalah pisang nagka, keju, strawberry, cokelat.
Awalnya perusahaan kami dibentuk karena melihat tingkat kesukaan masyarakat kepada makanan ringan yang cukup tinggi. Modal kami berjumlah Rp. 2.014.000,00,- yang berasal dari pinjaman sebesar Rp. 1.500.000,00,- dan Modal Banana Baknis Rp. 5140.000,00,-

3.2 Produk/jasa yang dihasilkan
Keistimewaan banana baknis ini diantaranya :
    v    Hidangan cepat saji yang lezat dan bergizi.
    v  Harga relative terjangkau oleh semua kalangan.
    v  Memiliki variasi rasa (coklat,strawberry,keju).
    v   Dapat diterima oleh semua kalangan.

BAB IV
DESKRIPSI TENTANG USAHA
4.1 Jenis Usaha
Menjual makanan ringan yang lezat dan bergizi dengan berbagai macam varian rasa (cokelat, keju dan strawberry).
4.2 Prospek Usaha
Usaha yang kami dirikan ini merupakan usaha menengah, kalangan manapun tahu dengan produk makanan ini. Dalam usaha ini tingkat persaingan mudah diatasi karena kami selalu berinovatif dan kreatif dalam produk kami sesuai selera konsumen.
BAB V
RENCANA PRODUKSI
Rencana produksi kami dalam jangka waktu 1bulan sebesar 500 buah banana baknis.
5.1 Bahan Baku dan penggunaannya
Bahan-bahan untuk membuat Banana Baknis :
·         Pisang
·         Mentega
·         Selai strawberry
·         Cokelat batang
·         Keju
·         Susu cokelat
Alat untuk membuat :
             ·         Wajan Teflon
             ·         Pisau
             ·         Piring
             ·         Sendok
Cara Pembuatan :
      1.      Potong pisang menjadi 2
    2. Panaskan wajan, masukkan mentega hingga meleleh. Lalu masukkan pisang tadi goring hingga warna kecokelatan.
     3.      Angkat lalu taburi cokelat batang,selai strawberry, keju, dan terakhir susu cokelat hidangkan selagi panas.

BAB VI
RENCANA PEMASARAN
6.1 Analisis persaingan usaha      
SWOT
      A.     STRENGTH (KEKUATAN)
·         Bahan bakunya mudah ditemukan
·         Memiliki rasa khas tersendiri
·         Harga terjangkau
     B.      WEAKNESSES (KELEMAHAN)
·         Tidak tahan lama dan mudah basi
·         Modal usaha yang kecil
    C.      OPPORTUNITIES (PELUANG)
·         Minat akan makanan ringan tinggi
·         Makanan ringan yang kaya akan vitamin
    D.     THREATS (ANCAMAN)
·         Banyak makanan dengan variasi yang lain
·         Ada jenis makanan yang sama
·         Harga produk competitor bersaing
·         Selera konsumen variatif
6.2 Analisis 4P
            1.      Product
·         Type                    : Banana 
·         Brand                  : BANANA BAKNIS
·         Quality                : Tanpa bahan pengawet
·         Packing               : Menggunakan mika sebagai pengemas produk
            2.      Price
·         Price List             : Rp. 3000 (untuk semua rasa)
                             
            3.      Promotion
·         Advertising          : Menggunakan media jejaring social
·         Sales promotion  : Mempromosikan penjualan kepada pelanggan
·         Personal Selling   : Berkeliling dan menjual secara langsung kepada pelanggan
            4.      Place
·         Berlokasi di wilayah perumahan ,dan dipinggir jalan
6.3 Target Dan Segmentasi Pasar
            §  Geografi
1. Wilayah yang kita jadikan target yaitu wilayah Bekasi, alasan kita memilih Bekasi karena bahan-bahan untuk membuat produk ini sangat mudah ditemukan dikota ini.
2. Kami melihat banyaknya peluang bisnis pada makanan yang siap saji, sehingga kami memanfaatkan peluang ini.
           §  Demografi
Berdasarkan demografi, secara pasar kami bertuju pada kalangan mahasiswa, dosen dan lingkungan sekitar Perumahan dan dipinggiran jalan dengan membuka warung untuk mempermudah kami memperoleh informasi pasar.
6.4 Strategi Pemasaran
           Ø  Perkenalan Bisnis
Produk yang kami tawarkan merupakan makanan ringan yang lezat, bergizi, dan harga yang terjangkau. Produk ini bernama “BANANA BAKNIS” yaitu pisang pilihan yang sehat untuk dikonsumsi. Banana baknis ini mempunyai varian rasa yaitu cokelat, strawberry dan keju.
          Ø  Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat mendukung bisnis
Memiliki produk banana baknis ini yang berbahan baku seperti pisang, mentega, cokelat, keju dan strawberry. Oleh karena itu kami berniat bekerja sama kepada perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk kami demi meningkatkan kualitas produk kami.
          Ø        Menciptakan inovasi pada desain yang ditawarkan.
Produk kami kali ini yang pertama : banana baknis dengan dilapisi cokelat strawberry maupun keju kedepannya kami ingin berinovasi untuk membuat banana baknis isi.
         Ø  Meningkatkan kualitas pelayanan
Menyediakan website untuk wadah para konsumen memberikan saran atas produk yang kami buat.
         Ø  Media pemasaran
Kami akan mempromosikan produk kami melalui jejaring social.

BAB VII
                                                         RENCANA PERMODALAN         
7.1 Modal Usaha
Modal banana Baknis            : Rp.    514.000,00,-
Modal pinjaman                     : Rp. 1.500.000,00,-
Jumlah Pinjaman                    : Rp. 2.014.000,00,-

7.2 Penentuan Harga Produksi

Biaya Baku                              : Rp. 259.000,00,-
Biaya Penolong                        : Rp. 166.000,00,-
Total biaya Produksi                 : Rp. 425.000,00,-

Biaya Cetak laporan                 : Rp. 6.000,00,-
Biaya ADM                              : Rp. 8.000,00,-
Total Biaya Operasional            : Rp. 14.000,00,-

Harga potong produksi/potong BANANA BAKNIS adalah :
Banana baknis =(Rp. 425.000 + Rp.16.000/500 = Rp. 878,-
Menentukan harga jual
Banana baknis : Rp. 1.756

5.3 Penentuan Harga Jual
Perkiraan laba yang diharapkan :
Rp. 3.000 – Rp. 1.756 = Rp. 1.244,-

BAB VIII
RENCANA ORGANISASI
8.1 Rencana organisasi kami ialah terdiri dari bagian ;
Manajemen    : 2
Produksi        : 4
Pemasaran     : 3
Keuangan      : 2


8.2 Klasifikasi Organisasi
·         CEO
Mengontrol, memonitor semua kegiatan yang ada didalam perusahaan dan mampu membaca laporan keuangan perusahaan serta dapat mengambil kepurusan.
·         General Manager
Dapat mengatur sdeluruh departemen bagian dan menjalankan strategi perusahaan
·         Financial Manager
Mengontrol dan memonitoring semua yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan, dan dapat mengatasi masalah keuangan.
·         Production Manager
Bertanggung jawab terhadap produksi dan menginovasikan yang akan diperjualbelikan.
·         Marketing Manager
Dapat mempromosikan dan menawarkan produk yang perusahaan miliki melalui berbagai media.

BAB IX
RESIKO
9.1 Resiko yang akan mungkin terjadi didalam usaha kami yaitu :
            1.      Adanya sabotase terhadap usahanya.
            2.      Harga barang-barangnya turun naik.
            3.      Adanya persaingan global.
            4.      Adanya resesi dan inflasi.
            5.      Adanya cashflow yg tersendat-sendat.
            6.      Tingkat penjualan yg rendah.
            7.      Kacaunya distribusi.
            8.      Adanya bencana alam.
            9.      Adanya pencurian, penipuan dsb
BAB X
KESIMPULAN
Usaha banana Baknis kami merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena akan menghasilkan omset yang tinggi. Namun wirausaha harus mempunyai kecakapan dalam melihat analisis SWOT sehingga dapat mengembangkan usaha dengan baik dan lancar, tidak menimbulkan kegagalan produksi ditengah jalan maka seorang wirausaha harus merencanakan usaha semaksimal mungkin agar usaha berkembang dengan cepat. Dan juga kami akan terus melakukan inovasi agar konsumen terus berlangganan kepada kami.

Sabtu, 14 September 2013

Hukum Percaya Ramalan Bintang Menurut Islam


1. Ibadah Sholatnya Tidak Diterima 40 Hari
Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمً
“Barangsiapa mendatangi peramal lalu mempercayai ucapannya, shalatnya selama empatpuluh hari tidak diterima.” (HR. Musnad Ahmad)

2. Kufur kepada Agama Islam
Rasulullah SAW bersabda:

\عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Barangsiapa mendatangi seorang dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Musnad Ahmad)
Sebab, di antara yang diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah bahwa hal-hal yang ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib,kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml : 65)

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ…
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri… (QS. Al-An’am : 59)

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًاإِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga(malaikat) di muka dan di belakangnya . (QS. Al-Jin : 26-27)
Bahkan Rasulullah SAW sendiri tidak mengetahui hal-hal ghaib kecuali yang diberitahukan Allah kepadanya melalui wahyu, karenanya Allah berfirman kepadanya:

قُل لَّا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf : 188)
Begitu juga jin, yang oleh para tukang sihir dan dukun dimintai pertolongan, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui hal-hal gaib. Al-Qur’an menceritakan bahwa jin-jin Nabi Sulaiman AS tidak mengetahui kematian beliau.

تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ…
…Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan. (QS. Saba’ : 14)
Oleh karena itu, membenarkan para dukun dan peramal yang mengaku mengetahui hal yang ghaib adalah pengingkaran terhadap ayat-ayat yang telah diturunkan Allah SWT. Jika mendatangi dan membenarkan mereka demikian buruk kedudukannya dalam agama, maka bagaimana dengan para dukun dan peramalnya sendiri? Mereka telah melepaskan diri agama dan agama berlepas diri dari mereka.
Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan
Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang bahkan akhir 2010 lalu ada yang meyakini bahwa rasi bintang menjadi 13 (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces dan Ophiuchus). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak. Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.
Ramalan Bintang Adalah Sihir
Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ سِحْرٍ مَا زَادَ زَادَ وَمَا زَادَ زَادَ
“Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR. Musnad Ahmad)
Hadits tersebut dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman :
وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ…

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir)….” (Qs. Al Baqarah: 102)
Kesimpulan :
Ramalan merupakan sebuah cara untuk mengetahui nasib seseorang itu baik atau buruk. Jika kalian (Orang Muslim) renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah SWT menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

 رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
“Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim).
Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا…

“…Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3).
Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ…
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216).

Berbaik sangkalah kepada Allah SWT bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.
Wallohu’alam Bisshawab

Referensi :